NIKAH SETELAH 43 TAHUN HIDUP BERSAMA

Oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji

Nenek Sukiatma, warga Rt 01/05 Kajengan, Pakuhaji, didampingi Eng Kat suaminya,  senang bukan kepalang ketika menerima akta perkawinan yang diserahkan langsung Siti Rohmaniah dan Sri Puji Jatniah yang mewakili Dinas Dukcapil Kab Tangerang dalam acara “Ngantenan Masaal” yang difasilitasi Yayasan Institut Kewarganegaraan (Yayasan IKI), bertempat di Cetiya Brahmavihara, Kampoeng Sodong, Tangerang, Minggu Kliwon, 1 Oktober 2023.

 

Keterangan:  Photo para pengantin bersama Romo Heriyadi, dan pejabat Disdukcapil dan peneliti & relawan Yayasan IKI, Minggu Kliwon, 1/10/2023 di Cetiya Brahmavihara, Sodong, Kab Tangerang.

Romo Pandita Heriyadi ketika melakukan pemberkatan kepada para pasangan pengantin berpesan bahwa “kita harus melek aturan sebagai warga negara, dengan memiliki dokumen resmi menjadi sangat membantu dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara, dan kita bisa mendapatkan akses atau fasilitas dari program yang dicanangkan Pemerintah,” katanya.

Nenek Sukiatma dan Eng Kat telah menikah adat sejak tahun 1980, dan baru hari ini (1/10/2023) merasakan sebagai suami-isteri secara hukum.

Sri Puji Jatniah dan Siti Rohmaniah mewakili Dinas Dukcapil Kab Tangerang mengatakan bahwa “dengan pencatatan ini, perkawinan warga menjadi jelas dan dokumennya tercatat bukan hanya secara agama, tetapi juga oleh Negara, sehingga ada perlindungan hukum terhadap seorang ibu dan anak anaknya,” tegasnya.

 

Ki-Ka: Peneliti Senior Yayasan IKI Prasetyadji, pasangan pengantin, Romo Heriyadi, Sri Puji Jatniah & Siti Rogmaniah dari Disdukcapil Kab Tangerang, Siswoyo & Bun Eng relawan Yayasan IKI, Eng Kat dan Nenek Sukiatma.

Pada kesempatan ini, tercatat 20 pasang pengantin dengan dokumen yang tercetak sebanyak 128 dokumen antara lain akta perkawinan, KK, KTP, dan akta kelahiran anak anaknya.

Proses sosialisasi dan pengumpulan berkas “Mantenan Massal” ini tidaklah mudah.

Menurut Relawan Yayasan IKI Kab Tangerang, Siswoyo, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya perkawinan yang tercatat secara Negara.

“Ketidak-tahuan dan minimnya pengetahuan masyarakat menjadi masalah utama, seperti persiapan tiga bulan saja, kami hanya bisa menjangkau 20 pasang,” kata Siswoyo.

Hadir dalam “Ngantenan Massal”, pejabat Dukcapil bidang Pendaftaran Kependudukan, bidang Pencatatan Sipil, dan bidang perkawinan, dari wihara hadir Romo Heriyadi, Romo Hendra, dan Romo Eki Sugianto, sementara dari Yayasan IKI, hadir Nyoto El Haris dan Paschasius HOSTI Prasetyadji.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *